Kamis, 25 Juni 2020

Tips memilih dan merawat sangkar burung branjangan

Sangkar  atau ada yang menyebutnya  kandang burung merupakan piranti yang wajib dimiliki oleh penggemar burung ocehan termasuk branjangan (BR). Sangkar branjangan memiliki keunikan bila dibanding dengan sangkar burung lain karena karakter dan sifat dasar burung ini juga berbeda dengan burung ocehan lainnya.

Di habitat aslinya, branjangan adalah burung yang suka berada di permukaan tanah/pasir dibandingkan bertengger di ranting maupun ketinggian. Burung ini juga lebih senang berjalan maupun berlari dibandingkan dengan meloncat berpindah dari ranting satu ke ranting lain.

Pada saat musim kawin dan birahi, burung ini sering terlihat terbang tinggi vertical sambil berkicau merdu untuk menarik lawan jenisnya. Pengamatan akan perilaku burung tersebutlah yang menjadikan design dan model sangkar branjangan seperti yang sering kita lihat sekarang.

Contoh sangkar branjangan atau BR dengan hiasan pahat tipis

Sesuai karakter dan sifat dasar burung ini, sangkar branjangan dibuat dengan luasan vertical (meninggi). Bentuk sangkar bisa bermacam macam mulai dari persegi empat (kotak) ,segi enam, maupun hexagon, yang semuanya tergantung dengan selera meskipun secara umum bentuk yang paling banyak dijumpai adalah silinder (bundar).

Hal unik yang membedakan sangkar branjangan dengan sangkar burung lain adalah tenggeran berupa batu apung di tengah posisi sangkar, serta bubukan batu bata merah halus sebagai material yang digunakan pada dasar sangkar.

Apabila sobat omkicau.com berencana untuk membeli, memesan atau malah sudah memiliki sangkar untuk branjangan kesayangannya, berikut ini beberapa tips yang barangkali bermanfaat.


  •  Pilihlah sangkar dengan diameter minimal 1,5 X rentang sayap branjangan. Hal ini dimaksudkan supaya pada saat branjangan mengepakkan sayap, tidak ada bagian tubuhnya yang terluka. Jika rentang sayap branjangan 25 cm misalnya, maka diameter sangkar yang ideal minimal 37 cm. Tentu saja tidak perlu menangkap dan mengukur branjangan kesayangan untuk mengetahui rentang sayapnya, cukup dikira kira saja.
  • Sesuaikan diameter dan tinggi sangkar dengan kondisi di lingkungan dan tempat tinggal Anda. branjangan memang membutuhkan ruang gerak dan ruang terbang yang cukup tetapi bukan berarti sangkar harus tinggi dan lebar. Jangan sampai keberadaan sangkar branjangan malah mengganggu pandangan dan aktivitas penghuni rumah. Sangkar yang terlalu besar dan tinggi akan merepotkan jika hendak dibawa atau dipindah-pindah.
  • Jarak ideal ruji adalah yang tidak bisa dilewati oleh kepala branjangan. Jarak yang terlalu longgar bisa membuat burung terjepit dan tercekik atau bahkan lepas, sedangkan jarak ruji yang terlalu rapat membuat burung menjadi kurang jelas terlihat saat bertengger.
  • Pastikan keseluruhan ruji sangkar telah diraut dan diamplas dengan baik sehingga tidak akan melukai branjangan terlebih jika branjangan anda masih giras/nglabrak.
  • Ruji yang baik terbuat dari bambu yang tua dan diambil dari bagian terluar (kulit), serta melalui proses pengeringan dan pengobatan anti rayap/ngengat. Jika ruji dibuat dari bambu muda dan bukan bagian terluar serta tidak melalui proses tersebut maka sangkar akan melintir atau “menggeliat” setelah dipakai beberapa lama. Hal ini penting diperhatikan karena sangkar branjangan akan sering terpapar langsung oleh sinar matahari saat burung dijemur.
  • Sangkar dengan bahan utama bambu lebih baik karena bambu memiliki keunggulan dibanding bahan lain di antaranya kuat dan ringan, mudah dibentuk, serta ramah lingkungan.
  • Usahakan memilih sangkar dengan alas berbahan papan kayu/ triplex tebal supaya lebih awet dan kuat karena dasar sangkar akan “terbebani’ oleh bubukan bata. Pastikan juga kawat atau plat logam pengait alas sangkar masih berfungsi dengan baik dan selalu pada posisi yang tepat. Beberapa kejadian branjangan lepas dari sangkar diakibatkan “tebok”  jatuh karena ambrol maupun disebabkan pengaitnya lepas.
  • Warna sangkar sebaiknya disesuaikan dengan warna dominan (nuansa) batikan burung. Jika batikan branjangan bernuansa coklat tua kemerahan, sebaiknya Anda memilih sangkar dengan warna yang cerah atau terang. Sebaliknya jika batikan branjangan bernuansa kuning bersih maka Anda bisa memilih sangkar dengan warna gelap atau bahkan hitam. Hal ini dimaksudkan supaya branjangan yang ada di dalam sangkar menjadi jelas terlihat serta tidak tersamarkan dengan warna/cat sangkar.
  • Gunakan tenggeran dari bahan batu apung dengan bentuk bundar, oval, atau persegi dengan sudut tumpul, atau bentuk asli (alami) dari batu apung tersebut dengan diameter antara 6,5 cm – 9 cm.Ratakan bagian atasnya supaya datar dan pastikan tidak tajam/kasar yang bisa melukai kaki branjangan. Permukaan tenggeran tidak boleh terlalu halus dan licin.
  • Sebaiknya sediakan cukup satu tenggeran saja dengan posisi di tengah supaya branjangan terbiasa berkicau di tenggeran tersebut.
  • Tempatkan cepuk wadah pakan,minum, dan EF dengan posisi lebih rendah dari tenggeran.

Penempatan cepuk makanan dan minuman




Body sangkar atau sering disebut 'gembung'

Pengeringan setelah proses pengobatan anti ngengat

Tebok sangkar dan tenggeran batu apung sangkar branjangan

  • Tambahkan bubukan bata yang sudah disaring halus (kira-kira sehalus kopi bubuk) ke dalam dasar sangkar dengan ketebalan 1 cm -1,5 cm. Alternatif yang bisa dugunakan sebagai bubukan alas sangkar adalah tanah liat (diambil di sawah) yang kering dan ditumbuk serta diayak halus, pasir laut, pasir bangunan,  atau kombinasi dari beberapa bahan tersebut.
  • Di habitanya, branjangan adalah burung yang suka “mandi’ dengan menggesekkan seluruh badannya di permukaan tanah. Mandi pada branjangan bertujuan untuk menjaga suhu tubuhnya tetap stabil. Misal cuaca panas dan terik, branjangan akan berusaha untuk mengalirkan atau meredam hawa panas tubuhnya melalui mandi atau “kipu”. Begitu juga sebaliknya jika badannya terasa dingin (malam hari), branjangan akan kipu dengan jalan menyerap panas yang disimpan oleh bubukan yang ada di dasar sangkar.
  • Biasakan mengerodong branjangan pada malam hari supaya terbebas dari ganguan nyamuk, serangga pengganggu, angin/hawa dingin, sehingga branjangan bisa beristirahat dengan nyaman dan kemudian segar bugar bernyanyi riang keesokan harinya. Pakai dan pilihlah krodong yang sesuai dengan ukuran sangkar. Jangan terlalu ketat, jangan terlalu longgar. Krodong juga berfungsi menjaga sangkar terkena embun. Ruji maupun ornamen dari bambu akan lebih cepat berubah bentuk jika selalu terkena embun dan panas secara terus-menerus.
  • Berilah grease (minyak, gemuk) pada pangkal besi pengait supaya sangkar branjangan aman dari gangguan semut.
  • Gantang sangkar di tempat yang aman dari gangguan dan jangkauan tikus maupun hewan predator.
Semoga tips ringan tersebut bermanfaat bagi Anda dan Branjangan kesayangan.

Jenis Burung Branjangan Yang Ada Di Indonesia

Burung Branjangan (Mirafra javanica) di Indonesia mempunyai karakter suara dan warna batikan yang berbeda-beda menurut daerah asalnya masing-masing, ada yang berkarakter suara monoton dan bervariasi, dan ada juga yang bersuara ngebas atau mengkristal serta melengking. Corak batikan dan warna pada burung branjangan juga berbeda-beda menurut daerah asalnya, ada yang bercorak terang, gelap dan juga tegas. Burung ini memiliki habitat asli di Australia dan di beberapa negara Asia Tenggara. Burung ini banyak ditemukan di negara-negara seperti: Papua Nugini,Vietnam, dan Australia. Disini akan kami bahas tentang asal usul jenis-jenis burung branjangan di Indonesia sekaligus ciri-ciri berdasarkan daerah asal burung branjangan tersebut.


Burung Branjangan dari daerah Nusa Tenggara
Burung branjangan dari daerah Nusa Tenggara mempunyai postur tubuh yang kecil dan juga mempunyai corak batikan yang tidak beraturan, mempunyai tekstur warna yang cenderung lebih gelap atau hitam kecoklatan. Burung dari daerah Nusa Tenggara biasanya hanya ngeriwik saja sangat sulit untuk mengeluarkan suara kicauanya yang maximal(ngeplong). Tetapi tidak jarang juga burung branjangan dari Nusa Tenggara yang bersuara keras dan mengkristal. Tidak jarang branjangan Nusa Tenggara yang dirawat dengan sabar dan konsisten dapat menjuarai pada event-event lomba di Indonesia khususnya dikelas branjangan.
Burung branjangan Nusa Tenggara masih sangat banyak ditemui dipasar burung yang dilabel dengan harga yang relatif lebih murah dari pada branjangan lokal Jawa, Bali, Kalimantan dan Sumatera.

Burung Branjangan dari daerah Kalimantan dan Sumatera
Burung branjangan dari kedua pulau tersebut mempunyai postur tubuh yang lebih besar dibanding dengan burung branjangan dari Nusa Tenggara dan mempunyai tekstur warna yang sedikit lebih terang coklat agak kekuningan. Burung branjangan dari kedua pulau tersebut memiliki suara yang lumayan keras dan berfariasi, untuk mengenali branjangan dari kedua pulau tersebut memang sedikit sangat sulit karena berdasarkan dari daerah asalnya burung branjangan mempunyai ciri-ciri yang hampir sama yang membedakanya adalah postur tubuh dan pola pada batikan tubuh burung branjangan serta tekstur warna yang berbeda.

Burung Branjangan dari daerah Bali
Burung dari daerah Bali sangat dicari dikalangan penghobi burung branjangan di Indonesia karena burung dari daerah Bali memiliki suara dan warna yang tidak kalah menarik dari burung branjangan lokal jawa dari segi postur tubuh burung branjangan Bali lebih besar dari pada burung branjangan yang berasal dari Nusa Tenggara,Kalimantan dan Sumatera. Harga burung branjangan dari pulau Bali dipasaran relatif sudah sangat mahal dari ratusan ribu untuk burung bahan dan ombyokan hingga jutaan rupiah untuk burung yang sudah jadi atau gacor. Namun untuk mencari burung bahan yang berasal dari daerah Bali sekarang sudah sangat sulit ditemui dipasaran dikarenakan burung branjangan memang sudah sangat langka ditemui dialam liar.

Burung Branjangan dari daerah Jawa Barat
Burung Branjangan yang berasal dari Jawa Barat, banyak yang berasal dari daerah Sapan. Burung yang berasal dari Sapan memiliki suara yang cukup baik dengan kicauan yang nyaring dan melengking, jambulnya juga menjadi ciri khas burung ini. Branjangan dari daerah Sapan jika dilihat dari fisiknya tidak terlalu besar hanya seukuran 12-13 cm. berbeda jika dibandingkan dengan branjangan dari daerah Jawa Tengah yang dapat mencapai ukuran tubuh 12-14 cm. Pola batik burung dari daerah Sapan cenderung berpola lebih gelap dengan corak batik yang berwarna hitam hampir serupa dengan branjangan yang berasal dari daerah NTB dan Sumbawa.

Burung Branjangan dari daerah Jawa Tengah
Di Jawa Tengah juga banyak ditemukan burung ini, terutama di provinsi D.I Yogyakarta. Berapa daerah yang banyak disebut-sebut adalah wilayah Wates, dan Kulon Progo.
Burung yang berasal dari Jawa Tengah juga banyak disukai oleh para peternak karena Burung Branjangan Jawa Tengah memiliki mental yang baik, body yang besar dan volume suara yang keras dan variasi suara yang beragam, mudah untuk diisi dengan berbagai jenis masteran, memiliki warna kemerahan atau kekuningan corak yang sedikit lebih terang dibandingkan dengan Burung Branjangan Jawa barat.
Secara fisik, Burung dari Jawa Tengah tesebut berukuran sedikit lebih besar dibandingkan dengan Burung Branjangan Jawa Barat. Rata-rata ukuran burung dari Jawa Tengah sekitar 12 hingga 14 cm. Walau demikian, beberapa daerah seperti Kulon Progo atau Wates terkenal memiliki Burung Branjangan yang pola batiknya lebih indah dan lebih menarik.

Burung Branjangan dari daerah Jawa Timur
Branjangan Jawa Timur memiliki ciri-ciri bulu yang terlihat lebih cerah di bagian warna coklatnya. Kemudian bagian gelapnya tidak terlalu gelap sehingga tampak lebih cerah dibandingkan dengan burung yang berasal dari Jawa Tengah maupun dari luar daerah seperti Bali dan Borneo.
Secara fisik, ukuran Burung Branjangan dari Jawa Timur mirip dengan Burung Branjangan dari Jawa Tengah.

Untuk melestarikan burung-burung branjangan supaya tidak punah sebagian kicau mania memilih untuk menangkarkannya disamping melestarikan kehidupan burung branjangan juga bisa menjadi lahan bisnis yang menjanjikan mengingat harga burung branjangan yang semakin lama semakin mahal karena semakin langka.

Dari semua jenis branjangan Indonesia, manakah favorit anda ?
Jadi itu ulasan mengenai beberapa jenis burung branjangan yang ada di Indonesia, semoga bermanfaat.

Karakteristik Burung Branjangan



Satu lagi burung asli indonesia yang banyak peminat serta banyak di buru oleh para penghobi ialah burung branjangan. Pada habitatnya burung branjangan menyukai tempat-tempat yang kering atau gersang,kawasan berbatu dan berpasir serta kerap di temukan di pegunungan.makanan utama dari burung ini ialah biji-bijian dan kerap menyantap hewan atau serangga kecil. Kicauannya yang nyaring serta banyak fariasi sambil terbang di tempat dan menjulang tinggi menjadi daya tarik tersendiri akan burung ini.

Akibat perburuan yang besar-besaran karna permintaan pasar yang kian meningkat,maka saat ini burung branjangan yang kita temui di pasaran banyak yang berasal dari nusa tenggara dan sumatra. Padahal seperti banyak di yakini oleh semua para penghobi,burung branjangan yang banyak di cari dan memiliki kualitas terbaik adalah branjangan yang berasal dari pulau jawa. Burung branjangan jawa memiliki ciri-ciri antara lain mental yang lebih baik,body yang besar,corak warna lebih menarik,volume suara yang keras serta variasi suara yang beragam. Di Pulau Jawa, branjangan dibagi dalam beberapa daerah penyebaran, seperti Jawa tengah,jawa timur dan jawa barat.

Sangkar buat merawat burung branjangan alangkah baiknya berbentuk bulat dengan ukuran 35×90cm agar bisa terbang leluasa sembari berkicau dengan gaya unik seperti saat berada di alam bebas. Di dalam sangkar kasih tenggeran yang terbuat dari batu apung atau batu lainnya,pada alas sangkar taburi dengan pasir kasar serta batu bata yang di tumbuk agak kasar.

Karakteristik burung branjangan yang tidak ada pada burung lain yaitu kemampuannya berkicau sambil hovering atau terbang di tempat.

Pada alam bebas, burung ini senang terbang dengan memanjat terus membumbung ke atas sambil berkicau hingga tidak terlihat, dan tiba-tiba burung meluncur dan sudah sampai di tanah.

Branjangan merupakan jenis burung kecil yang ukurannya antara 10 sampai dengan 14 cm dari ujung paruh sampai dengan ujung ekor. Dengan begitu, ukurannya yang kecil itu memudahkan burung ini untuk bergerak.

Burung jenis ini dikatakan sebagai burung yang terkenal sangat lincah, karena suka bergerak dan melompat. Selain itu juga bisa terbang secara vertikal, berbeda dengan jenis burung yang lainnya.

Habitat Burung Branjangan


Branjangan punya kerabat jumlahnya banyak. Merupakan Alaudidae dengan 75 jenis dalam kerabatnya. Burung ini merupakan burung tanah, atau disebut bushlark yang maknanya burung semak kecil yang bersifat periang.

Makanan pokokinya adalah biji-bijian, padi, serangga, dan juga pucuk tanaman yang muda. Dalam masa berkembang biak burung ini yaitu saat bulan Maret sampai September.

Untuk masa puncak dari mulai Maret hingga Agustus, branjangan melakukan perkawinan dengan cepat dan bertelur hampir tiap bulan.

Burung jenis ini di habitat aslinya sangat menyukai tempat kering di area tanah gersang atau tanah yang kondisinya setengah kering. Suka dengan wilayah rumput, stepa, area berbatu karang dan juga gunung pasir.

Pada umumnya di Jawa bila musim tebang tebu dan musim petik kedelai, branjangan kerap muncul dan menyusun sarang di tempat-tempat kering serta bebatuan. Kicauannya terdengar nyaring dan kadang dengan gayanya yang unik menjadi hiburan tersendiri untuk para petani tebu.

Burung yang suka bertengger di atas batu ini, asal mulanya dari benua Asia dan juga Afrika.

Di Indonesia branjangan banyak berkembang di daerah Jawa, Irian Jaya, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, dan juga Bali. Salah satu jenis branjangan yang sering dikenal di kalangan pecinta burung di Indonesia yaitu Mirafra Javanica.

Karakteristik Burung Branjangan

Sekarang ini Branjangan yang asalnya dari tanah Jawa yang punya banyak keunggulan sudah sulit ditemukan di pasaran. Tapi sekarang ini branjangan yang terdapat di pasar banyak berasal dari daerah Nusa Tenggara atau dari Sumatra.

Para pecinta burung di Indonesia, branjangan yang populer yaitu yang asalnya dari Pulau Jawa, terutama dari Jawa Tengah dan di daerah Jogja terutama di daerah Wates.

Burung yang asalnya dari kawasan ini punya ciri-ciri yang disukai penggemar branjangan. Yaitu mempunyai mental yang baik, body besar dan juga volume suara yang keras dan juga variasi.

Kemudian juga punya suara yang beragam, warna yang menarik dengan corak batik, kemerahan ataupun kekuningan.

Di Pulau Jawa, branjangan terbagi pada beberapa daerah penyebaran, antara lain di Jawa Tengah, Jawa Timur serta Jawa Barat.

Di wilayah Jawa Barat maka yang jadi maskot untuk penggila Branjangan yaitu yang asalnya dari daerah Sapan. Karena jenis burung ini populer dengan kicauannya yang terdengar sangat nyaring melengking dan juga kristal. Karakteristik burung branjangan ini juga punya jambul.

Branjangan yang asalnya Sapan bila dilihat dari fisiknya tidak terlalu besar hanya seukuran 12 sampai 13 cm. Berbeda bila dibandingkan dengan branjangan dari daerah Jawa Tengah yang bisa mencapai ukuran tubuh 12 sampai dengan 14 cm hampir seukuran dengan burung gelatik.

Motif batik burung yang asalnya dari daerah ini motifnya terlihat lebih gelap dengan corak batik yang warnanya hitam sedikit sama dengan branjangan yang asalnya dari daerah NTB serta Sumbawa.

Sedangkan untuk burung ini yang asalnya dari Wates membawa daya tarik tinggi sebab ciri fisik yang lebih besar serta punya warna dan motif batik yang terlihat menarik.

Nah, karakteristik burung branjangan yang asalanya dari Nusa Tenggara untuk corak warna bulunya yang lebih terlihat gelap. Ukuran tubuhnya lebih kecil dari jenis burung branjangan dari daerah lain, ukuran 10 sampai 12 cm.